Media Bimbingan dan Konseling Islam

A.     Pendahuluan

Dewasa ini media sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi manusia. Karena kebutuhan manusia akan informasi semakin meningkat setiap hari, jam, menit bahkan detiknya. Kebutuhan manusia akan informasipun semakin cepat dengan berbagai teknologi pendukung. Teknologi pada masa ini berkembang semakin pesat dan semakin canggih, karena kecanggihannya semakin mudah untuk diakses untuk kalangan manapun.

Kita sebagai kalangan umat muslimpun tidak boleh ketinggalan dengan media yang ada pada masa ini, yang banyak diciptakan oleh orang-orang barat. Banyak diantara mereka para pencipta teknologi itu menyisipkan misi-misi yang ingin menghancurkan umat Muslim, salahsatunya dengan media sosial network. Maka dari itu umat muslim sama sekali tidak boleh ketinggalan bahkan harus menguasai media tersebut agar tidak mudah untuk di hancurkan.

Banayk media yang dapat dipelajari oleh umat muslim untuk menciptakan formulasi dakwah yang baru. Media-media tersebut dapat membantu untuk kelangsungan dakwah. Karena pada masa ini dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar saja, tetapi sekarang para da’i sudah banyak menggunakan peran media untuk perluasan dakwah.

Begitupun peran mahasiswa pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Bimbingan Konseling Islam dituntut untuk menguasai media. Mahasiswa sebagai agent of change dan iron stock diharuskan untuk menguasai berbagai media untuk menyebarkan Dakwah pada khalayak luas. Para mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam harus mampu dan bertahan hidup pada masa ini yang segala sesuatunya sudah serba canggih dan mudah. Walaupun jurusan Bimbingan Konseling Islam tidak terfokus pada pelajaran mengenai media, tetapi tetap harus dikuasai oleh para mahasiswanya. Adapun dampak bagi yang menguasainya akan terasa oleh dirinya sendiri, terutama ketika melakukan proses konseling.

Seperti halnya melakukan konseling, tidak hanya diberikan ketika ada seseorang yang datang ke sebuah tempat praktek konseling, namun pada masa ini media sangat berperan penting dalam pemberian konseling kepada para klien, dengan media yang banyak tersedia saat ini, semakin mudah untuk para konselor mengakses berbagai informasi dan mengeksplor dirinya agar lebih dikenali oleh masyarakat luas.

Pentingnya media pada jurusan Bimbingan dan Konseling Islam salah satunya adalah masyarakat luas akan semakin mudah mengenali kita sebagai mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam yang akan memberikan solusi terdahsyatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dan solusi bagi kehidupannya.

B.     Media

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001).[2]

Sedangkan dalam bahasa arab media berasal dari kata “wasaaila” artinya pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[3]

Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Cricitos, 1996).[4]

Pengertian media yang diungkapkan oleh para ahli

Schramm (1977) mengemukakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.

National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran.

Heinich, dkk (1985) Media adalah media-media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.

H Malik (1994) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Anggani Sudono mengemukakan bahwa media atau sumber belajar adalah bahan termasuk juga alat permainan untuk memberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada siswa; antara lain buku referensi, buku cerita, gambar-gambar, nara sumber, benda atau hasil-hasil budaya.

AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) mengatakan bahwa “Media merupakan segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.”

Bovee (1997) menyatakan bahwa media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.

Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan para ahli tentang media, yaitu Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber, mendefinisikan media sebagai “komponen sumber belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar.”

Adapun media yang sering digunakan pada masa ini diantaranya:

  1. Radio

Radio adalah transmisi sinyal melalui ruang bebas oleh modulasi gelombang elektromagnetik dengan frekuensi di bawah cahaya tampak. Informasi dibawa oleh perubahan sistematis (modulasi) beberapa properti dari gelombang radiasi, seperti amplitudo, frekuensi, fase, atau lebar pulsa. Ketika gelombang radio melewati sebuah konduktor listrik, medan osilasi menginduksi arus bolak-balik dalam konduktor. Hal ini dapat dideteksi dan diubah menjadi sinyal suara atau lainnya yang membawa informasi.[5]

2. Televisi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”[6]

3. Koran

Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi karikatur yang biasanya dijadikan bahan sindiran lewat gambar berkenaan dengan masalah-masalah tertentu, komik, TTS dan hiburan lainnya.[7]

C.     Bimbingan dan Konseling Islam

Bimbingan dan konseling Islam adalah di singkat kemudian BKI berdiri pada tahun 1993 berdasarkan keputusan Menteri Agama ((KMA) No. 393 tahun 1993 tanggal 9 Desember 1993, yang diperkuat oleh Keputusan Menteri Agama No.407 tahun 1993 tanggal 31 Desember 1993. Jurusan BKI ditetapkan sebagai salah satu Jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang di jelaskan pada bagian ketiga pasal 76-77 KMA tersebut.[8]

VISI

Menjadi program Studi yang profesional, unggul dan kompetitif tahun 2020 dalam pengembangan keahlian di bidang bimbingan (konseling, psikoterapi) dan Penyuluhan Islam untuk membangun nilai-nilai pribadi, keluarga, sosial dan institusional sesuai dengan misi utama Dakwah Islam.

MISI

  1. Melakukan studi tentang Bimbingan (Konseling, Psikoterapi) dan Penyuluhan Islam baik sebagai ilmu maupun sebagai gejala aktifitas manusia untuk merumuskan konsep-konsep baru di bidang ke-bki-an
  2. Melakukan riset dan pengembangan tentang Bimbingan (Konseling, Psikoterapi) dan Penyuluhan Islam untuk menemukan relevansi dan nilai guna di masyarakat.
  3. Menyiapkan tenaga profesional dalam Bimbingan (Konseling, Psikoterapi) dan Penyuluhan Islam untuk memenuhi kebutuhan berbagai lembaga pemerintah maupun swasta dan masyarakat.

TUJUAN JURUSAN BKI

Jurusan BKI siap mencetak tenaga profesional sebagai pembimbing (konselor, kerapist), dan penyuluh Islam yang banyak dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, keahlian jurusan BKI diorientasikan kepada keahlian teoritik dan keahlian praktik dibidang (konselor, terapist), dan penyuluh Islam.

KEKHASAN JURUSAN BKI

BKI di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki ciri khas yang lebih mengarah kepada Bimbingan (Konseling, psikoterapi) dan Penyuluhan Islam dalam bingkai Ilmu Dakwah.

PROFESI JURUSAN BKI

Pembimbing-Konselor: Agama, Studi, Remaja, Keluarga Sakinah, Kerja/karier, Sosial Keagamaan; Terapist Islam; Penyuluh: Agama, Keluarga Berencana, Penanggulangan Narkoba, Sosial Keagamaan.

D.    Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling

Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling sangat berkaitan satu sama lain.

Menurut Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan klien  tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet dalam bentuk “cyber counseling”. Layanan bimbingan dan konseling ini merupakan salah satu model pelayanan konseling yang inovatif dalam upaya menunjukkan pelayanan yang praktis dan bisa dilakukan dimana saja asalkan ada koneksi atau terhubung dengan internet.

Cyber Counseling adalah salah satu strategi bimbingan dan konseling yang bersifat virtual atau konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksi internet. Dalam hal ini proses konseling berlangsung melalui internet dalam bentuk web-site,e-mail, facebook, videoconference (yahoo massangger) dan ide inovatif laninnya. Sudah tentunya apabila ingin menjalankan strategi ini yang menjadi piranti utamanya adalah koneksi dengan internet tersebut.[9]

E.     Kesimpulan

Media dan Bimbingan Konseling Islam tidak bisa dipisahkan, karena saling berkaitan satu sama lain. Bimbingan Konseling Islam sang pemberi informasi membutuhkan sarana untuk menyalurkan informasi tersebut dengan media teknologi yang berkembang saat ini.

Perkembangan media yang pesat saat inipun harus dimanfaatkan peluannya dengan sebaik mungkin oleh Bimbingan dan Konseling Islam, agar penyebaran informasi dapat diterima oleh komunikan dengan baik dan dituntut pula untuk cerdas dalam penggunaannya agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak dan merugikan.

Dengan adanya media pada Bimbingan dan Konseling Islam memberikan kesempatan untuk para mahasiswanya untuk lebih mengeksplor dan memaksimalkan potensi yang ada pada setiap individu, dan menciptakan pula inovasi-inovasi terbaru mengenai Bimbingan dan Konseling Islam yang didukungg oleh media.

Daftar Pustaka

Profil Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam

http://februl.wordpress.com/2012/09/09/media-pendidikan/#more-575

http://tresnainnovation.blogspot.com/

http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2191229-pengertian-radio/

http://id.wikipedia.org/wiki

http://februl.wordpress.com/tag/definisi-media-menurut-para-ahli/


[1] Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Angkatan 2010

[3] Ibid

[4]Ibid

[8] Profile BKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s