BAHAYA NARKOBA

Oleh Syifa Rahmawati[1]

 A.     Pendahuluan

Narkotika sebenarnya merupakan obat yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan manusia, namun permasalahan narkotika di Indonesia semakin komplek dan menggurita. Peredarannya bukan hanya berpusat di kota-kota besar saja, tapi sudah merambah sampai ke pelosok desa. Penggunaannya pun juga bukan dari kalangan berduit saja, tapi sudah sampai pada pelajar tingkat yang paling bawah. Narkotika memang dapat menyerang kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.[2]

Seperti halnya life style, narkotika dikalangan pelajar juga sedemikian maraknya. Narkotika disalahgunakan sehingga mengakibatkan gangguan fisik, mental, sosial, keamanan, dan ketertiban masnyarakat yang pada alhirnya akan mengganggu stabiltas ketahanan nasional suatu bangsa.[3]

Perkembangan penyalahgunaan narkotika daeri tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Apalagi jika kita melihat dan mengetahui kasus penyalahgunaan narkotika pada tahun-tahun belakangan ini, tentu jumlahnya akan sangat fantastis dan memprihatinkan.[4]

Berdasarkan hasil survey BNN tahun 2009 diperoleh data bahwa rata-rata usia pertama kali menyalahgunakan narkotika pada usia yang sangat muda yaitu 12-15 tahun.[5]

Angka penyalahgunaan narkotka di kalangan pelajar untuk pernah pakai sebesar 7,5% dan setahun pakai sebesar 4,7%. Angka penyalahgunaan narkotika ini juga berbeda menurut jenis kelamin, usia dan jenjang pendidikan. Angka penyalahgunaan pada kelompok laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Semakin tinggi kelompok usia, semakin tinggi angka penyalahgunaan narkotikanya. Serta semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin besar angka kejadian penyalahgunaan narkotika.

B.     Pengertian Narkoba

 

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.[6] Pengertian narkotika menurut Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997 :

“Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.”[7]

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).[8]

 Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli

  1. Menurut Kurniawan (2008), Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubahkeadaanpsikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalamtubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, danlain sebagainya.
  2. Menurut Jackobus (2005), Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman ataubukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunanatau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeridan dapat menimbulkan ketergantungan.
  3. Menurut Ghoodse (2002), Narkoba adalah zat kimia yang dibutuhkan untuk merawatkesehatan, ketika zat tersebut masuk kedalam organ tubuh maka terjadi satu atau lebihperubahan fungsi didalam tubuh. Lalu dilanjutkan lagi ketergantungan secara fisik dan psikispada tubuh, sehingga bila zat tersebut dihentikan pengkonsumsiannya maka akan terjadigangguan secara fisik dan psikis.
  4. Menurut Wresniwiro (1999, Narkoba adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkanketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi saraf sentral.
  5. Menurut Wartono (1999), Narkoba adalah dampak yang ditimbulkan antara lain dapatberupa gangguan konsentrasi dan penurunan daya ingat bagi pemakai, sedangkan dampaksosialnya dapat menimbulkan kerusuhan di lingkungan keluarga yang menyebabkanhubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang, serta menimbulkan perilaku yangtidak diinginkan seperti pencurian atau penodongan.
  6. Menurut Ikin A.Ghani , Narkoba adalah berasal dari kata narkon yang berasal dari bahasaYunani, yang artinya beku dan kaku. Dalam ilmu kedokteran juga dikenal istilah Narcoseatau Narcicis yang berarti membiuskan.
  7. Menurut Soerdjono Dirjosisworo, Narkoba adalah bahwa Zat yang bisa menimbulkanpengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh.Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat danhalusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui danditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentinganmanusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
  8. Menurut Smith Kline dan French Clinical (1968), Narkoba adalah zat-zat (obat) yangdapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebutbekerja mempengaruhi susunan saraf sentral. Dalam definisi ini sudah termasuk jeniscandu dan turunan candu (morphine, codein, heroine) dan candu sintesis (meperidinedan metadone.
  9. Menurut B. Simanjuntak, Narkoba berasal dari kata “narcissus”, sejenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai bunga yang dapat membuat orang menjadi tak sadar.
  10. Menurut pakar kesehatan adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itudisalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

 

C.     Jenis-jenis Narkotika

 

Dalam undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, disebutkan bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dati tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang disebabkan dalam 3 golongan, yaitu:

  1. Narkotika Golongan Satu
    1. Tanaman papaver Somniverum
    2. Opium Mentah
    3. Opium Masak
    4. Tanaman koka
    5. Kokain mentah
    6. Kokaina
    7. Tanaman ganja
    8. Tetrahydrocannabinol
    9. Asertofina
    10. Acetil
    11. Alfa-metilfentanil
    12. Alfa-mentiltiofentanil
    13. Beta-hidroksefentanil
    14. Beta-hidroksi-3-metil-fentanil
    15. Desmorfina
    16. Etorfina
    17. Heroina
    18. Ketobemidona
    19. 3-metilfentanil
    20. 3-metiltiofentanil
    21. MPPP
    22. Para-fluorofentanil
    23. PEPAP
    24. Tiofentanil
    25. BROLAMFETAMINA
    26. DET, dan lain-lain.

2. Narkotika Golongan Dua

    1. Alfasetilmetadol
    2. Alfameprodina
    3. Alfametadol
    4. Alfaprodina
    5. Alfentanil
    6. Alliprodina
    7. Anilleridina
    8. Asetilmetadol
    9. Benzetidin
    10. Benzilmorfina
    11. Betameprodina
    12. Betasetilmetadol
    13. Bezitramida
    14. Dekstromoramida
    15. dll

3. Narkotika Golongan Tiga

    1. Asetildihidrokodenia
    2. Dekstropropoksifena
    3. Dihidrokodeina
    4. Etilmorfina
    5. Kodeina
    6. Nikodikodinia
    7. Nikokodina
    8. Norkodeina
    9. Polkodina
    10. Propiram
    11. Buprenorfina
    12. Dan lain-lain.

D.    Jenis-Jenis Narkoba

 

  1. Ectasy, Inex, Blackheart

Inex,Ecstasy,Blackheart : Kancing, I, inex.Alladin, electric, gober, butterfly, dll.Cara pakai: Berbentuk pil/kapsul.Dikunyah, dikulum, ditelan dengan air mineral. Harganya sangat mahal sehingga hanya dipakai kelas menengah keatas, executive dll.

Habis pakai :

Rasanya gembira terus, maunya tertawa, hal2 yg tidak lucu saja membuat tertawa, energetik.Energik, mata sayu, muka pucat, berkeringat banyak, tidak bisa diam/over acting,tidak bisa tidur

Sakauw :

Rasanya gelisah dan tidak bergairah dan tidak energetik sehingga ingin mengkonsumsi lagi.

Akibat :

Kalau dipakai terus menerus juga merusak organ2 tubuh dan juga merusak otak dan syaraf.Syaraf otak rusak, dehidrasi, liver rusak & berfungsi tdiak baik, tulang gigi keropos, jet lag, syaraf mata rusak, paras selalu ketakutan[9]

2. Heroin & Opium

Heroin dan Opium sangat mahal, harganya jutaan, jarang dipakai remaja. Sakauw, Habis pakai dan akibatnya sama dengan Putauw.

Sakauw :

Depresi berat, Rasa lelah berlebihan, Banyak tidur, Mimpi bertambah, Gugup, Ansietas/rasa gelisah, Perasaan curiga.Denyut jantung cepat, Gelisah, Euforia atau rasa gembira berlebihan, Rasa harga diri meningkat, Banyak bicara, Kewaspadaan meningkat, kejang-kejang, Pupil mata melebar, Tekanan darah meningkat, Berkeringat atau rasa dingin, Mual / muntah, Mudah berkelahi dan cepat tersinggung, Gangguan kejiwaan, subarachnoid/otak, Thromboemboli/penyumbatan pembuluh darah, Nystagmus, horisontal/mata bergerak tak terkendali, Distonia (kekakuan) otot leher.Aritmia jantung/gangguan irama jantung, Luka sampai sekat rongga hidung, Hilang nafsu makan, Anemia, berat badan turun[10]

3. Shabu-shabu

Ubas, ss mecin. Gold river, coconut, crystal. shabu2 ini yang sangat mudah didapat dan sangat mudah cara mengkonsumsinya; kelihatannya shabu2 ini memang sengaja disiapkan oleh Kekuatan asing dan Mafia internasional untuk merusak generasi penerus bangsa, bubuk shabu2 yang berbentuk kristal ini sangat mudah didapat dan sangat mudah juga dipakainya, dan pemakainya tidak pernah sakauw atau merasa kesakitan kalau lagi nagih, tetapi bubuk kristal ini sangat jahat karena langsung merusak otak terutama otak yang mengendalikan pernafasan, suatu saat pecandu akan mengeluh sakit asma(sesak nafas) dan lama2 kalau tetap memakai shabu2 akan meninggal begitu saja karena kehabisan nafas, karena syaraf otak yang mengendalikan pernafasan sudah tidak berfungsi, dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas. Setiap hari ada berapa remaja yang meninggal hanya karena keluhan sesak nafas(asma). Cara memakai Kristal ini dibakar lalu dihisap dengan alat khusus yang disebut Bong tetapi anak2 pandai sekali bisa membuat dengan botol apa saja. Dihisap dengan mediator air. Tetapi yang pecancu tidak tahu, didalam tubuh kristal ini mengkristal kembali, sehingga paru2nya bisa berubah menjadi batu mengeras sehingga umumnya keluhan pemakai shabu-shabu adalah sesak nafas. Harga Shabu-bhabu 1 gr – Rp. 200.000,- Jenis Blue Sky yang mahal 1 gr. Rp. 500.000,- 1 gr. bisa untuk 8 orang. Biasanya dipakai 2 kali per minggu. Kristal ini paling banyak digemari karena tidak ada sakauwnya, kalau lagi nagih hanya gelisah, tidak bisa berpikir dan bekerja

Sakauw Shabu-shabu :

Gelisah, tidak bisa berpikir, tidak bisa bekerja.Tidak bisa tenang, cepat capai, mudah marah, tidak bisa beraktivitas dengan baik, tidak ada semangat, Depresi berat, Rasa lelah berlebihan, Gangguan tidur, Mimpi bertambah

Habis pakai shabu-shabu:

Mata bendul ada garis hitam, Badan terasa panas terbakar, sehingga minum terus menerus, dan ke-mana2 selalu membawa botol aqua. Kuat tidak makan dan tidak tidur sampai ber-hari2, ngomong terus tapi suaranya jelas.Bersemangat, gariah seks meningkat, paranoid, tidak bisa diam/tenang, selalu ingin menambah terus, tidak bisa makan, tidak bisa tidur. Pernah dicoba betapa ganasnya kristal ini, ambil daging mentah dan taruh kristal ini diatasnya dan kristal ini bisa menembus masuk kedalam daging ini, bayangkan kristal seperti ini dimasukkan kedalam tubuh.

Akibat :

Merusak organ2 tubuh terutama otak, dan syaraf yang mengatur pernafasan. Banyak yang mati karena sesak nafas, dan tiba2 berhenti bernafas karena syaraf yang mengendalikan pernafasan sudah rusak dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas, sehingga nafasnya putus/berhenti, dan mati.Paranoid, otak suah dipakai berpikir dan konsentrasi, jet lag dan tidak mau makan.Rasa gembira / euforia, Rasa harga diri meningkat, Banyak bicara, Kewaspadaan meningkat, denyut jantung cepat, Pupil mata melebar, Tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, Mual/muntah, (Dalam waktu 1 jam setelah pemakai gelisah),Delirium/kesadaran berubah (pemakai baru, lama, dosis tinggi), Perasaan dikejar-kejar, Perasaan dibicarakan orang, Agresif dan sifat bermusuhan, Rasa gelisah, Tak bisa diam, (Dalam waktu 24 jam).Gangguan irama detak jantung, Perdarahan otak, Hiperpireksia atau syok pada pembuluh darah jantung yang berakibat meninggal.[11]

4. Putauw

Banana, snow white, bubuk putih ini adalah jenis heroin yg paling rendah, mudah didapat dan banyak dipakai remaja. Harganya relatif murah Paket Hemat : Rp. 25.000,-Karena banyak remaja yang terperangkap sebagai pecandu hanya karena diajak teman2nya untuk menghisap dengan hidung rame2. Padahal sesudah memakai cara dihisap terus menerus, Hidung berdarah, Hidung ingusan terus menerus, Pilek terus menerus, sehingga akhirnya remaja/pemakai berganti dengan cara suntik. Cara ini sangat berbahaya, karena bisa terjadi keracunan waktu darah dikeluarkan dan dikocok2 dijarum suntik dicampur putauw, bisa emboli, kemasukan udara dan menyumbat jantung dan jantung tersumbat dan berhenti berdetak, sehingga banyak sekali pecandu suntik putauw ditemukan mati dengan suntikan masih menempel ditangannya. Putauw ini juga jahat sekali karena kebutuhan tubuh 2 kali kelipatan, misalnya mula2 pakai 1 titik, lama2 2 titik, 4, 16, dst sampai mencapai jumlah yang sangat tinggi dan biasanya pecandu mati karena overdosis. Karena bentuknya bubuk putih, sehingga banyak sekali yang dipalsukan, kadang2 dicampur urea, bedak, tepung, obat yang ditumbuk dll. Sehingga banyak sekali penderita Putauw yang keracunan dan mati, badan menggelepar2, kejang2 dan mulut mengeluarkan busa busa.

Sakauw Putau :

Gelisah, Keringat dingin, Menggigil, tulang2 rasanya mau patah, ngilu semua, mual-mual, mata berair, hidung berair, perut sakit, tulang-tulang serasa ngilu, keringat keluar tak wajar. Bila udara dingin sedikit dia akan merasa sangat kedinginan, Keluar air mata, pupil mata membesar, Keluar ingus, Kelebihan keringat, Diare, Merinding, menguap terus- menerus, Tekanan darah naik, Jantung deg-degan, Demam, panas dingin, Nggak bisa tidur (insomnia), Otot dan tulang nyeri, sakit kepala, Persendian ngilu, Gelisah, Marah-marah, dan gampang terpancing untuk berkelahi.

Habis Pakai Putauw :

Ngelamun, berkhayal,malas ngapa2in, halusinasi, merasa ada orang yg mau menyerangnya, membunuhnya dll. Mata sayu, muka pucat, tidak ada konsentrasi, hidung gatal, mual-mual(bagi pemula), mengantuk, bicara tidak jelas, pendiam, over dosis kalau pakai terlalu banyak.

Akibat :

Organ2 tubuh rusak, terutama levernya mengeras, ginjal juga rusak, bisa se-waktu2 mati karena keracunan dan overdosis. Nafsu makan kurang, susah untuk berpikir, susah untuk konsentrasi, menjadi pemarah, hepatitis … penyuntikPupil mata mengecil atau melebar akibat kekurangan oksigen (anoksia), Gembira nggak ketulungan (euforia), sedih banget (disforia), Cuek (apatis), Badanlemas, malas bergerak, ngantuk, Ngomong cadel, Nggak konsentrasi, Nggak perhatian, Lemot (lemah otak) alias daya ingat lemah, Nggak bisa membedakan realitas dengan khayalan Impotensi pada cowok, Gangguan haid pada cewek, Gangguan perut, Nafsu makan berkurang (kurus), Hepatitis / radang hati,HIV/AIDS (pemakai suntikan dengan jarum tak steril).[12]

5. Ganja/cimeng

Berbentuk daun-daun kering yang sudah dirajang kering dan ditempatkan (biasanya) dalam sebuah amplop kecil berukuran 25 X 15 cm.Dilinting seperti rokok dan dihisap, dimakan. Banyak dikonsumsi masyarakat, dari remaja sampai rakyat biasa. Mudah didapat dan cara pemakaiannya seperti merokok biasa. Harganya sangat murah : Rp. 10.000,- jadi 4 batang rokok.

Habis Pakai:

Kantung mata membengkak dan merah, bengong, pendengaran berkurang, susah berfikir/konsemtrasi, perasan menjadi gembira, selalu tertawa tanpa, sebab, pandangan kabur, ingin tidur terus, nafsu makan besar.

Sakauw :

Banyak berkeringat, Gelisah, Gemetaran, Nggak aa selera makan, Mual/muntah, Diare terus menerus, Nggak bisa tidur (insomnia), Ketakutan berlebihan yang nggak beralasan (paranoid), Tingkah laku aneh, melamun, tertawa sendiri.

Akibat :

Perasaan tidak tenang, tidak bergairah, cepat marah/sensitif.Jantung berdebar, Euforia (merasa sangat gembira tanpa sebab), Halusinasi dan delusi, Waktu terasa berjalan sangat lambat, Apatis, cuek terhadap diri dan lingungannya, nggak ada kemauan, Mata merah, Nafsu makan nambah, Mulut kering, Kelakuan jadi aneh, cemas, taku yang berlebihan, curiga berlebihan atau paranoid, kehilangan minat beraktivitas, malas belajar, malas bekerja, ditinggalkan kawan.Bronkitis/infeksi paru, Imunitas berkurang, Kemampuan membaca terganggu, Ketrampilan bicara terganggu, Motivasi berkurang, Rasa ingin bersaing berkurang.[13]

E.     Dampak Narkoba

    1.  Dampak Fisik
      1. Gangguan pada system syaraf
      2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah
      3. Gangguan pada kulit
      4. Gangguan pada paru-paru
      5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah
      6. Gangguan pada endrokrin
      7. Perubahan periode menstruasi
      8. Tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
      9. Over dosis yang bisa menyebabkan kematian.[14]

2. Dampak Psikis

    1. Masalah belajar, ceroboh, sering tegang dan gelisah
    2. Hilang kepercayaan diri, apatis, penghayal, penuh curiga
    3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
    4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
    5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

3. Dampak Sosial

    1. Gangguan mental, antisosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
    2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
    3. Pendidikan menjadi terganngu, masa depan suram.

F.      Kesimpulan

Narkoba adalah obat terlarang untuk dikomsumsi oleh manusia, pada dasarnya ada beberapa jenis narkotika yang bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan kedokteran, namun pada zaman ini manusia telah menyalahgunakannya hanya untuk konsumsi, kenikmatan dan meraup untung yang besar.

 

Dampak dari narkoba sangat buruk bagi manusia, berbagai resiko akan menghampiri kepada penikmat narkoba, baik secara individu maupun lingkungan dan telah menciptakan masalah-masalah sosial di masyarakat.

Saatnya kita sebagai kaum akademis yang mempunyai rasa empati sosial tinggi, hendaknya mensosialisasikan bahaya narkoba bagi seluruh kalangan agar tidak bertambah lagi korban-korban pengguna nakroba.

 

Daftar Pustaka

 

Buku Panduan BNN, Pelajar dan Bahaya Narkotika, Deputi Bidang Pencegahan Direktorat Diserminasi informasi, Jakarta 2010

Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997

Survey Badan Narkotika Nasional 2009

http://anakbinajaib.blogspot.com/2011/09/presentasi-tentang-narkoba.html

http://id.scribd.com/doc/115186215/Pengertian-Narkoba-Menurut-Para-Ahli

http://skripsitesis4u.blogspot.com/2012/07/macam-macam-jenis-narkoba-dan-dampak.html


[1] Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Angkatan 2010

[2] BNN, Pelajar dan Bahaya Narkotika, Deputi Bidang Pencegahan Direktorat Diserminasi informasi, Jakarta 2010

[3] ibid

[4] ibid

[5] Survey Badan Narkotika Nasional 2009

[7] Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997

[8] ibid

[10] ibid

[11] ibid

[12] ibid

[13] ibid

[14] BNN, Pelajar dan Bahaya Narkotika, Deputi Bidang Pencegahan Direktorat Diserminasi informasi, Jakarta 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s